{"id":10543,"date":"2024-08-23T10:21:18","date_gmt":"2024-08-23T03:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/?p=10543"},"modified":"2024-08-23T10:21:18","modified_gmt":"2024-08-23T03:21:18","slug":"jogja-fashion-trend-jadikan-yogyakarta-trendsetter-fashion-etnik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/jogja-fashion-trend-jadikan-yogyakarta-trendsetter-fashion-etnik\/","title":{"rendered":"Jogja Fashion Trend Jadikan Yogyakarta Trendsetter Fashion Etnik"},"content":{"rendered":"<p>Usai sudah pergelaran\u00a0<strong>Jogja Fashion Trend (JFT) 2024<\/strong>\u00a0yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 11 Agustus lalu di\u00a0<strong>Pakuwon Mall Jogja<\/strong>, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang ini menampilkan karya dari 139 partisipan fashion, terdiri atas\u00a0<em>fashion designer<\/em>, UMKM fashion, siswa SMK\u00a0tata busana, hingga para mahasiswa\u00a0<em>fashion design\u00a0<\/em>baik\u00a0dari Yogyakarta maupun dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.<\/p>\n<p>Istimewanya, JFT 2024 yang merupakan kerja sama\u00a0Bank Indonesia Kpw Yogyakarta dengan Yayasan Fashion Jogja Istimewa mengangkat wastra Indonesia ke panggung fashion Yogyakarta dalam berbagai kategori busana; dari busana anak, remaja, Gen Z, konvensional, busana pria, hingga\u00a0<em>modest wear<\/em>.\u00a0Bagian dari\u00a0<strong>Grebeg UMKM DIY 2024<\/strong>\u00a0ini pun menarik perhatian para pengunjung mal yang tak henti ingin menyaksikan penampilan para model di atas\u00a0<em>runway<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin mendorong dan mengembangkan para talented designer juga kreator fashion melalui\u00a0event\u00a0JFT ini, sambil mengenalkan wastra Indonesia. Kami tidak hanya membatasi wastra dari Yogya namun juga wastra dari daerah lain,&#8221; ungkap\u00a0<strong>Hermanto,\u00a0<\/strong>Deputi Kepala Perwakilan BI Yogyakarta, saat konferensi pers JFT 2024. Hermanto juga mengatakan bahwa BI Kpw Yogyakarta melihat Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia yang terbuka untuk seluruh karya dari anak bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap Yogyakarta menjadi pintu gerbang bertemunya beragam wastra dari seluruh Indonesia, sehingga kota ini menjadi trendsetter untuk fashion<em>\u00a0<\/em>etnik. Supaya di masa yang akan datang, fashion etnik mampu bersaing di kancah internasional,&#8221; kata\u00a0<strong>Afif Syakur<\/strong>, desainer dan\u00a0<em>Project Director<\/em>\u00a0JFT. Selain Afif Syakur, pergelaran bertajuk\u00a0<strong><em>Inspectre<\/em><\/strong>\u00a0ini bertaburan nama-nama terkenal di industri fashion Tanah Air, seperti\u00a0<strong>Philip Iswardhono, Melati Soedjarwo, Danny Dwa, hingga Lenny Agustin<\/strong>.<\/p>\n<p>Femina menyaksikan langsung beberapa show di hari-hari pertama, yang menampilkan kreasi dengan wastra Nusantara yang menembus batas. Tabrak motif dan warna, siluet longgar maupun ketat, mengajak kita berimajinasi memilih padu padan busana yang ditampilkan.<\/p>\n<p>Di penghujung event, JFT 2024 menggelar peluncuran buku\u00a0<em>trend forecasting<\/em>\u00a0berjudul\u00a0<strong><em>Re-existence<\/em><\/strong>\u00a0karya Philip Iswardhono dan Afif Syakur.\u00a0Buku yang merupakan hasil dukungan dari Bank Indonesia Kpw Yogyakarta ini berisi inspirasi dalam melihat tren fashion di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap buku ini bisa berguna untuk semua kalangan, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang fashion,\u201d ujar\u00a0<strong>Philip Iswardhono<\/strong>, desainer sekaligus\u00a0<em>Creative Director<\/em>\u00a0JFT.<\/p>\n<p>Tulisan : femina.co.id<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usai sudah pergelaran\u00a0Jogja Fashion Trend (JFT) 2024\u00a0yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 11 Agustus lalu di\u00a0Pakuwon Mall Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang ini menampilkan karya dari 139 partisipan fashion, terdiri atas\u00a0fashion designer, UMKM fashion, siswa SMK\u00a0tata busana, hingga para mahasiswa\u00a0fashion design\u00a0baik\u00a0dari Yogyakarta maupun dari berbagai&#8230;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":10544,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grebegumkmdiy.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}