BI Dorong UMKM Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi DIY

BI Dorong UMKM Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi DIY

Bank Indonesia mendukung UMKM DIY untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki, guna menyokong perekonomian dan pembangunan daerah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, mengatakan bahwa konsumsi masyarakat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di DIY.

“Dulu kesannya UMKM itu harga jualannya Rp50 ribu – Rp100 ribu, tapi sekarang misal batik selembarnya Rp2 juta – Rp5 juta dan itu lakunya luar biasa. Potensi ini yang harus kita kembangkan termasuk tas rotan dan sebagainya,” ujarnya saat penutupan Grebeg UMKM, di Royal Ambarrukmo, Senin (18/11/2019).

Ia mengatakan bahwa UMKM yang potensial harus merambah berbagai lini pemasaran.

Salah satunya e-commerce maupun melalui saluran lain yakni Facebook, Instagram, dan sebagainya.

“Setelah itu harapannya mereka mampu mengekspor. Memang ada kendala setelah kurasi, yakni kuantitas minta banyak tapi perajin tidak bisa memenuhi produk yang diminta. Perlu strategi dan kolaborasi. Harapannya bisa dikeroyok agar bisa memenuhi pasar internasional,” urainya.

Hilman menambahkan, pihaknya telah kali ketiga melaksanakan Grebeg UMKM di Plaza Ambarrukmo selama 4 hari.

“Tujuan kami ingin agar UMKM yang lahir benar-benar yang berkontribusi terhadap perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan bahwa pelaksanaan Grebeg UMKM kali ini sudah cukup baik. Hal ini dilihat dari hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

“Kami lihat awal pembukaan sudah meriah. Pada saat pameran dan transaksi antara seller dan buyer sangat tinggi karena apa yang diiakukan, difasilitasi BI. Harapannya bukan hanya laku saat pameran tapi berkelanjutan ke waktu berikutnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa UMKM selama ini lebih pada tema yang berkaitan ekonomi kreatif. Namun bukan hanya produk UMKM yang kreatif tapi bagaimana mengelola UMKM dengan kreatif, pemasarannya, produksi, dan seterusnya.

“Tidak one man show tapi bagaimana memanfaatkan kebersamaan sesama UMKM,” ucapnya. (*)

source : Tribunjogja